4 Bahan Dapur Yang Ampuh Usir Semut Di Rumah

Semut adalah salah satu serangga penghuni dapur yang seringkali menjengkelkan, karena apa pun makanan, terutama yang manis, selalu saja jadi korban sehingga makanan tersebut tak bisa lagi dimakan. Akhirnya dengan terpaksa kamu harus membuangnya jika memang makanan tak bisa diselamatkan.

Tapi kamu tak perlu kesal jika memang semut adalah musuhmu di rumah, karena sebenarnya kamu bisa mengusirnya dengan bahan yang ternyata tersedia di dapur. Ini empat bahan dapur yang bisa mengusir semut.


  • Kayu Manis

    Kayu manis punya bau menyengat yang tak disukai semut. Jika ingin semut pergi jauh dari wadah gula, masukkan saja satu batang kayu manis di dalam toples gula dan biarkan begitu saja. Kamu juga bisa mengusir semut dengan taburan kayu manis bubuk. Cukup taburkan secukupnya di meja dan ratakan di bagian yang sering didatangi semut.

  • Cabai

    Cabai juga ampuh usir semut. Cukup ambil beberapa cabai rawit dan masukkan dalam wadah gula. Cara yang sama juga efektif mengusir semut jika kamu memakai bubuk cabai.

  • Cuka

    Campur cuka dan air dengan perbandingan 50:50 dan semprotkan di bagian yang sering didatangi semut atau melingkar di sisi makanan untuk menjaga makanan tak dimakan semut.

  • Oatmeal

    Oatmeal mungkin tak berbau tajam seperti kayu manis, cuka maupun cabai, tapi ternyata bisa menyingkirkan semut dan mencegahnya datang pada makanan. Namun bahan ini cukup sayang jika dijadikan bahan pengusir semut karena mahal.

Itu dia beberapa bahan dapur alami yang ampuh usir semut datang. Tak perlu menggunakan semprotan pembasmi serangga, karena bahan kimianya berbahaya dan jika tak sengaja tertelan bersama makanan bisa gawat jadinya. Nah, cobain ya ladies.

Keong Sawah Menu Buka Puasa Khas Banyumas

Keong Sawah Menu Buka Puasa Khas Banyumas

Jika  kebanyakan orang berburu kolak ataupun es buah jelang waktu buka puasa, tidak yang dilakukan warga Banyumas. Satu jenis makanan yang dijajakan jelang waktu buka puasa, yaitu keong sawah.
Masakan Keong Sawah merupakan salah satu sajian yang banyak diburu oleh masyarakat Banyumas. Selain keunikannya, banyak orang yang mengatakan bahwa masakan keong sawah memiliki cita rasa istimewa dan cocok untuk sajian berbuka puasa.
Bahkan, tak jarang para pedagang makanan berbuka menyandingkan masakan keong sawah dengan kolak dan es buah. Kemasannya pun terkadang tak beda jauh dengan kolak, yaitu dibungkus plastik berukuran kecil.
Salah satu penjual masakan keong sawah di Banyumas yang banyak dikenal orang adalah Kamlani, warga Jalan Kauman Lama, Purwokerto. Tak tanggung-tanggung, sudah sekitar 25 tahun Kamlani berjualan keong sawah.
Di warungnya yang terbilang sederhana, Khamlani berjualan keong sawah dibantu anak dan istrinya. Ia pun sampai kewalahan melayani pembeli yang berburu masakan dengan rasa pedas, asin dan gurih tersebut.
"Masakan keong sawah sudah siap sekitar jam 4 sore, tapi jam 5 biasanya sudah habis," kata Kamlani, Minggu (29/7/2012). Cara Memasak Tutut Bumbu Kuning
Kamlani mengaku, ia bisa menghabiskan bahan baku keong sawah sebanyak 100 kilogram. Bahan baku tersebut ia pasok dari daerah Pekalongan.
"Kalau di daerah Banyumas sudah jarang, jadi agar jumlah tersebut terpenuhi harus memasok dari luar Banyumas," tambahnya.
Mengenai harga, satu porsi masakah keong sawah seberat 1 kilogram dihargai 26.000 rupiah. Harga tersebut lebih tinggi dari harga di bulan ramadan pada tahun lalu yaitu 24.000 rupiah.
"Tahun ini saya naikkan 2000 rupiah karena harga keong sawah mentah juga ikut naik, sebelum puasa harga keong sawah mentah 3000 rupiah per kilogram, sekarang menjadi 8000 rupiah, harga bumbu-bumbu juga naik," katanya.
Untuk membuat masakan keong sawah, keong mentah harus dicuci hingga bersihkemudian dilubangi bagian belakangnya. Tujuannya untuk menghilangkan kotoran dan agar bumbu meresap ke dalam.
"Setelah itu keong direndam semalam, pagi harinya keong kembali dicuci berkali- kali hingga bersih dan baru dimasak," kata Kamlani.
Untuk memasaknya, tumis bumbu- bumbu yang sudah dihaluskan kemudian masukkan keong yang sudah dicuci bersih. Setelah bumbu meresap kemudian diberi air dan direbus hingga kurang lebih 3 sampai 4 jam.
Atas usaha masakan keong sawahnya itu, Kamlani mengaku dapat mencukupi kebutuhan keluarganya. Bahkan, penghasilan dari usahanya itu lebih banyak dari gaji pekerjaan utamanya.